Mustika Langit Kumitir

Rp2,696,000.00

Mustika Berenergi Khodam Putih, Untuk Pengasihan dan Perlindungan Gaib

Description

Bagaimana Ki Bagus Mendapatkan Mustika Langit Kumitir?

Sudah menjadi kebiasaan bagi bila Ki Bagus melakukan tapak tilas di Lereng Gunung Muria. Kebiasaan ini beliau lakukan di waktu yang kadang sudah direncanakan, dan kadang tidak direncanakan sama sekali.

Seperti beberapa waktu lalu, tiba-tiba beliau mengajak muridnya melakukan laku ritual. Saat ditanya Ki Bagus Wijaya hanya menjawab, “Ono Khodam sing celuk-celuk aku, arahe soko lor ngetan. Ayo angger melu ngancani aku. (ada khodam yang memanggil-manggilku, datangnya dari arah utara timur. Ayo ikut temani)” ajaknya.

Murid beliau mengangguk, dan mengikuti Ki Bagus Wijaya yang berjalan ke arah utara timur. Ternyata yang dimaksud Lor Timur adalah sisi lereng muria bagian timur.

Daerah tersebut masih jarang disentuh oleh orang luar, hanya penduduk sekitar yang berani menjejakkan kaki di wilayah tersebut. Suasananya memang masih asri, sehingga saat Anda tersentuh sepoian angin, “wuuzzzz“, Anda akan merasakan hawa dingin gunung muria. “brrrrrrrr“.

Ki Bagus yang berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki, berjalan dengan cepat. Sementara murid Ki Bagus beberapa kali tertinggal belasan langkah di belakang. Tetapi dengan sabar Ki Bagus Wijaya berhenti dan menunggu muridnya agar bisa menyusulnya.

Perjalanan memang cukup melelahkan sebab, Murid Ki Bagus Wijaya sadar mereka tidak membawa bekal makanan dan minuman. Rasa haus pun sudah dirasakan Murid Ki Bagus Wijaya, Namun Ki Bagus sama sekali tidak terlihat kecapekan ataupun kehausan.

Mengetahui Muridnya kehausan, Ki Bagus Wijaya pun memilih jalan yang mendekati sungai. Sesampainya di sungai, murid Ki BAgus Wijaya meneguk air sungai muria yang masih sangat bening dan cemerlang.

Perjalanan pun berlanjut, namun suasana malam pun menjemput keduanya. Sehingga gelap pun menyelimuti perjalanan keduanya.

Perjalanan masih saja berlangsung, padahal jam sudah menunjukan pukul 11.00 malam. “Kok mboten dugi-dugi? Nopo kesasar Ki? (kok tidak sampai-sampai? Apakah kita tersesat Ki?)” tanya sang murid. “Ora, kang, ra sah kuatir, delok ngkas tekan” (Tidak Kang, tidak usah khawatir, sebentar lagi sampai).

Ki Bagus Pun berjalan sambil berbicara pada muridnya, “Energi Khodame wes kroso kuat banget. Ki Lho Nggone. (energi khodame sudah sangat terasa kuat sekali. Ini lho tempatnya).” Mereka berdua pun berhenti, lantas Ki Bagus Wijaya pun menarik nafas dengan sangat kuat. Sementara kedua tanganya bergerak seperti menari-nari, dan terhenti dengan posisi tangan kanan di atas tangan kiri. Telapak tangan kanannya terbuka, dengan jari-jari menempel rapat. Kukunya mengarah ke dagu Ki Bagus, sementara pergelangannya menempel pada kepalan tangan kiri.

Di situ kemudian Ki Bagus Wiajay melakukan Topo Ngalong, yakni bertapa dengan posisi kaki mengantung di dahan pohon sementara kepalanya di bawah. Dalam posisi tersebut, Murid Ki Bagus melihat mulut Ki Bagus Wijaya komat kamit, seperti membaca mantra. Ternyata dugaannya salah, dia bukan membaca mantra, ternyata Ki Bagus sedang bercakap-cakap. Entah dengan siapa.

Muridnya hanya bisa melihatnya saja, kejadian itu berlangsung cukup lama, sekitar 45 menit. Kemudian Ki Bagus Wijaya pun langsung merosot turun, wuuuutttttttttt, mendengar suara tersebut Murid Ki Bagus Wijaya terperanjat kaget. Mengira Ki Bagus Wijaya terperosot jatuh. Ternyata salah, justru kedua kaki Ki Bagus Wijaya yang terlebih dulu menyentuh tanah. Dan Ki Bagus Wijaya bisa berdiri dengan tegap.

Aku mou jagongan karo khodam sing celuk-celuk aku. Kui jebule Mustiko Zaman semono dijajah Londo. PAs perang gerilya, mustiko kui tibo nek kene. (Aku tadi bercakap-cakap dengan khodam yang memanggilku. Ternyata itu adalah khodam sebuah mustika yang terjatuh saat perang gerilya melawan penjajah belanda).” ungkap Ki Bagus.

Dijelaskan Mustika tersebut merupakan Mustika turun temurun dari zaman Kasunanan. Dan digunakan untuk perlindungan saat melawan penjajah.

Lantas Ki Bagus Wijaya pun melakukan penarikan Mustika tersebut, dikarenakan sudah ada ikatan batin, Ki Bagus Wijaya pun dengan mudah menarik mustika tersebut.  Mustika tersebut muncul dengan sendirinya dari bawah telapak kaki kanan Ki Bagus Wijaya.

Kemudian Ki Bagus mengambilnya dan terlihatlah sebuah batu mustika berwarna dominasi putih susu, serta dihiasi -warna-warna keunguan. Batu itu kemudian dinamakan Mustika Langit Kumitir.

Ki Bagus menuturkan,dari cerita dari khodam batu mustika langit kumitir, bahwa mustika tersebut membantu untuk mengacaukan pikiran musuh, atau membuat linglung lawan. Atau bisa dikatakan bisa membuat musuh kebingungan. Selain itu masih banyak juga khasiat lainya dari Mustika Langit Kumitir ini.

Anda Bisa Memaharinya Sekarang Juga

Mustika Langit Kumitir dengan Khodam putih ini, sudah bersama Ki Bagus Wijaya selama sebelas kali neptu Senen Pon. Anda bisa memahari Mustika Langit Kumitir hari ini juga sebesar Rp 2.696.000. Anda tidak perlu khawatir dengan khodam yang menyertai Mustika Langit Kumitir ini, karena ini khodam putih, InshaAllah, khodam ini diberi kekuatan Gusti Allah untuk menjadi pengawal gaib Anda.